Contoh CV Backend Developer

CV backend developer itu tentang sistem, bukan tampilan. Yang dinilai: scale yang lu pernah pegang, trade-off yang lu pahami, dan reliability yang lu jaga. Contoh CV backend developer di bawah ini ditailor ke lowongan high-throughput — profile yang nunjukin lu bisa nge-handle beban production nyata, bukan cuma bikin CRUD di tutorial. Tiap bullet punya angka (req/s, latency, uptime) karena di backend, angka itu satusatu-satunya bukti.

Yang wajib ada di CV backend developer

Highlight stack utama (Go, PostgreSQL, Redis, Kafka) di Technical Skills bagian atas — itu keyword ATS pertama. Pengalaman harus ada angka skala: req/s, jumlah transaksi, persentase penurunan latency. Tunjukin kepemilikan arsitektur: "designed", "led migration", bukan "implemented according to spec". Kalau lu migrasi monolith ke microservices, sebutin kenapa, apa impact-nya. Bagian infrastructure (Docker, Kubernetes, AWS) penting karena backend modern gak bisa lepas dari operasinya.

Kesalahan umum CV backend

Nulis "pengalaman dengan microservices" tanpa konteks — itu kosong. Sebutin berapa service, scale-nya, masalah yang dipecahin. Hindari numpuk 20 bahasa pemrograman; backend specialist itu depth, bukan breadth. Jangan lupa observability + reliability — di sistem production, itu yang bedain engineer senior dari junior. Dan jangan pernah claim scale yang lu gak bisa jelasin trade-off-nya di interview; bakal ketahuan.

Contoh CV — profile fiktif, ditailor AI ke lowongan role ini.

Sari Wulandari

Bandung, Indonesia  |  [email protected]

github.com/sariwulan

Summary

Backend Engineer with 4 years of experience specializing in building high-throughput, low-latency distributed systems using Go. Proven track record at Gojek and Bukalapak designing event-driven microservices that handle up to 50k req/s. Strong expertise in PostgreSQL schema design, Redis caching strategies, and AWS cloud infrastructure.

Technical Skills

Programming LanguagesGo, Node.js, Python
Databases & CachingPostgreSQL, Redis, Drizzle ORM
Distributed Systems & InfraKafka, gRPC, Docker, Kubernetes, AWS

Professional Experience

Gojek Jakarta, Indonesia

Backend Engineer 2022-08 – Present

  • Designed Go microservices handling 50k req/s at peak, reducing p99 latency 35% with gRPC + Redis caching.
  • Led migration from monolith to event-driven architecture (Kafka), improving deploy frequency 3x.
  • Built Postgres schema + Drizzle ORM layer serving the driver-matching domain.

Bukalapak Jakarta, Indonesia

Software Engineer 2020-03 – 2022-07

  • Shipped Node.js payment APIs processing 1B IDR/day transactions.
  • Implemented CI/CD pipelines cutting release time from 2h to 15min.

Education

Institut Teknologi Bandung Bandung, Indonesia

B.Sc. Computer Science 2016 – 2020

  • GPA: 3.8 / 4.0

Certifications & Languages

  • AWS Solutions Architect Associate • Issued by Amazon Web Services • 2023
  • Languages: Indonesian (native), English (professional)

FAQ — Contoh CV Backend Developer

Apakah perlu sertifikasi cloud di CV backend?

Membantu kalau fresh-mid level atau kalau lu mau spesialisasi cloud. Tapi untuk senior, pengalaman production + angka skala lebih berat dari sertifikasi. Taruh sertifikasi sebagai pendukung, bukan pengganti pengalaman nyata.

Backend developer perlu taruh side project?

Opsional. Kalau side project lu nunjukin skala atau arsitektur yang menarik (mis. sistem yang handle real load), taruh. Kalau cuma tutorial CRUD, skip — mending space itu untuk impact kerjaan.

Bikin versi punya lu sendiri

Contoh di atas punya orang lain. Paste lowongan yang lu tuju, AI bikinin CV + surat lamaran yang ditailor ke lowongan itu (dari profile lu), di-review, direvisi jadi final. Eval gratis.